Putra Putri Nabi Muhammad SAW

๐ŸŒบ * Putra Putri Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dengan Khadijah*

1โƒฃ *Al- Qasim*, merupakan putra sulung, sehingga Nabi mendapat kunyah/ julukan Abul Qasim. Al-Qasim meninggal di usia 2 tahun di Mekkah.

2โƒฃ *Zainab*. Putri nabi ini menikah dengan Abul Ash bin Ar- Rabi. Meninggal 8 H di Madinah.

3โƒฃ *Abdullah*. Beliau mendapat julukan dari ayahandanya yaitu, Ath-Thayyib dan Ath-Thahir. Ada yang berpendapat Ath-Thayyib dan Ath-Thahir adalah 2 orang yg berbeda. Meninggal dunia saat kecil di Mekkah.

4โƒฃ *Ruqayyah*. Diperistri oleh Utbah bin Abi Lahab. Lalu dicerai setelah kenabian ayahanda Ruqayyah. Kemudian diperistri oleh Utsman bin Affan. Tahun 2 H, Ruqayyah wafat di Madinah

5โƒฃ *Ummu Kulsum*. Diperistri oleh Utaibah bin Abi Lahab. Lalu dicerai setelah kenabian ayahandanya. Kemudian diperistri oleh Utsman bin Affan. Meninggal tahun 9 H di Madinah.

6โƒฃ *Fatimah*. Diperistri oleh Ali bin Abi Thalib pada tahun 2 H. Wafat selang beberapa bulan setelah wafat ayahandanya.

Putra laki-laki beliau meninggal saat mereka semua masih kecil-kecil sebelum masa nubuwah.

Semua putri beliau, meninggal saat mereka sudah berkeluarga.

Ruqayyah dan Ummu Kulsum meninggal saat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wassalam masih hidup.

Sementara Fatimah meninggal selisih beberapa bulan setelah ayahandanya wafat.

๐ŸŽฏ *ULASAN*

๐Ÿ‚ Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, tentang penggunaan kunyah/ julukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, seperti Abul Qasim.

1โƒฃ Larangan secara mutlak.

ุณูŽู…ู‘ููˆุง ุจูุงุณู’ู…ููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽูƒูŽู†ู‘ูŽูˆู’ุง ุจููƒูู†ู’ูŠูŽุชููŠ

“Silahkan kalian memakai namaku tapi jangan pakai kuniyahku.โ€ [ HR. Al-Bukhari dan Muslim ]

2โƒฃ Larangan memakai kunyah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bila nama aslinya Muhammad atau Ahmad.

ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ุจูุงุณู’ู…ููŠ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽูƒูŽู†ู‘ูŽู‰ ุจููƒูู†ู’ูŠูŽุชููŠุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽูƒูŽู†ู‘ูŽู‰ ุจููƒูู†ู’ูŠูŽุชููŠ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุชูŽุณูŽู…ู‘ูŽู‰ ุจูุงุณู’ู…ููŠ

โ€œBarangsiapa memiliki nama seperti namaku maka janganlah ia menggunakan kuniyahku dan barangsiapa yang mempunyai kuniyah seperti kuniyahku maka janganlah ia memakai namaku.โ€

Hadits ini diriwayatkan secara ringkas oleh Abu Daud dengan sanad yang shahih.

๐Ÿ‚ Abdul Uzza bin Abdul Muthalib (Abu Lahab), sebelum periode nubuwah dia adalah sosok yang dekat dan menyayangi Nabi Muhammad.

Bukti kecintaan Abu Lahab :
๐Ÿ”ธMemerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah sebagai salah satu bentuk syukurnya atas kelahiran anak saudaranya yang telah wafat (Abdullah), untuk menjadi salah satu ibu susu nabi Muhammad saat bayi.
๐Ÿ”ธMenjadi besan Nabi Muhammad sebelum fase nubuwah terjadi, yaitu dengan menikahkan 2 putranya dengan 2 putri Nabi Muhammad.

Cinta buta Abu Lahab pada kebiasaan leluhurnya dalam kemusyrikan, membutakan akal sehatnya untuk menerima risalah nubuwah, naudzubillahi min dzalika…

๐Ÿ‚ Dari Mushโ€™ab bin Saโ€™id -seorang tabiโ€™in- dari ayahnya, ia berkata,

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู‰ู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุจูŽู„ุงูŽุกู‹

โ€œWahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?โ€ Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab,

ยซ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽุงู„ุฃูŽู…ู’ุซูŽู„ู ููŽูŠูุจู’ุชูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฏููŠู†ูู‡ู ุตูู„ู’ุจู‹ุง ุงุดู’ุชูŽุฏู‘ูŽ ุจูŽู„ุงูŽุคูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุฏููŠู†ูู‡ู ุฑูู‚ู‘ูŽุฉูŒ ุงุจู’ุชูู„ูู‰ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุญูŽุณูŽุจู ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ุฑูŽุญู ุงู„ู’ุจูŽู„ุงูŽุกู ุจูุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุชู’ุฑููƒูŽู‡ู ูŠูŽู…ู’ุดูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฎูŽุทููŠุฆูŽุฉูŒ ยป

โ€œPara Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.โ€

Salah satu cobaan terberat para nabi berasal dari keluarga dekatnya.

๐Ÿ”นNabi Adam Alaihissalam oleh anaknya.
๐Ÿ”นNabi Nuh Alaihissalam oleh anak dan istrinya.
๐Ÿ”นNabi Ibrahim Alaihissalam oleh ayahandanya.
๐Ÿ”นNabi Yusuf Alaihissalam oleh saudara-saudara kandungnya.
๐Ÿ”นNabi Musa Alaihissalam oleh ayah angkatnya.
๐Ÿ”นNabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam oleh keluarga besarnya.

Leave a Reply