Pemerintahan Quraisy

SISTEM PEMERINTAHAN QURAISY

Seperti yg telah disinggung sebelumnya, bahwa tokoh Quraisy yang berhasil memajukan dan mengelola bangsa Arab dengan baik adalah Qusyaiy bin Kilaab. Qusyaiy banyak melakukan pembangunan di sekitar Ka’bah. Beliau pun membangun Darun Nadwah di samping Ka’bah.

Bangunan Darun Nadwah berfungsi sebagai :

🚩Tempat pertemuan pejabat pemerintahan.
🚩Tempat memutuskan urusan penting, seperti memutuskan urusan perang, hukum, denda, perkawinan dll.

Setelah Qusyaiy wafat, pucuk pimpinan diganti putranya yang bernama Abdu Manaf. Pengelolaan pemerintahan pun makin baik.

Begitupun setelah putranya Abdu Manaf yang bernama Hasyim menjadi pimpinan, majlis pemerintahan makin berkembang saja. Saat itu ada 15 majlis yang masing-masing diketuai oleh tokoh-tokoh Quraisy.

Sistem pemerintahan pun kala itu makin baik dan teratur. Keadaan negara aman dan makmur, mata pencaharian penduduk bertambah baik, perniagaan ke luar negri bertambah maju pesat dan kekuatan bala tentara pun bertambah besar.

**🌾🌾🌹🌾🌾**

🏹 *Apa yang dimaksud masyarakat jahiliyah pra Nubuwah ?*🏹

Alwi Alatas, seorang penulis buku sejarah menyatakan :

Seluruh masyarakat dan peradaban dunia ketika itu jatuh dalam kejahiliyahan. Jika masyarakat Arab pada masa pra-Nubuwah menjadi penyembah berhala, maka seluruh dunia pada masa itu juga menyembah berhala pula.

Bangsa China memberhalakan filsufnya. Bangsa India menyembah tuhan-tuhan yang sangat banyak jumlahnya, bahkan ada sebagian masyarakatnya yang menyembah kemaluan dewanya. Bangsa Persia menyembah api. Dan Bangsa Romawi yang ketika itu sudah menganut Kristen menuhankan Yesus dan memasukkan patung-patungnya ke dalam gereja.

Jadi, meskipun perkataan jahiliah artinya kebodohan, tapi yang dimaksud oleh Islam bukan kebodohan yang berarti tidak mempunyai kecerdasan berfikir dan kecakapan bekerja, melainkan kebodohan yang berkaitan atas aturan-aturan Allah yang seharusnya diikuti, ditaati dan dilaksanakan.

Masyarakat jahiliyah telah melupakan ajaran-ajaran ketauhidan nabi-nabi sebelumnya, yang menyebabkan mereka menyembah kepada selain Allah, akibatnya akhlak mereka pun menjadi buruk.

##🌿🌸🌿##

📝 Kata Jahiliyah dalam Al-Qur’an terdapat pada 4 ayat :
1⃣ QS. Al- Imran : 154

2⃣ QS. Al- Maaidah : 53
3⃣ QS. Al- Ahzab : 33
4⃣ QS. Al- Fath : 26

##🌾🌾🌺🌾🌾##

💥 *Perilaku Jahiliyah*

*Menjadikan ulama sebagai tandingan Allah*

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang kaum nasrani dan yahudi,

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah” (QS. At Taubah : 31)

Ayat ini ditafsirkan dengan hadits Adi bin Hatim Radhiyallahu ‘anhu dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat tersebut kepada beliau. Kemudian beliau berkata : “Wahai Rasulullah, kami tidaklah beribadah kepada mereka”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أليس يحلون لكم ما حرم الله فتحلونه، ويحرمون ما أحل الله فتحرمونه؟

“Bukankah mereka menghalalkan untuk kalian apa yang Allah haramkan sehingga kalianpun menghalalkannya, dan mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan sehingga kalian mengharamkannya?” Beliau (Adi bin Hatim) berkata : “Benar”. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فتلك عبادتهم

“Itulah (yang dimaksud) beribadah kepada mereka”

Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah mengatakan : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut menafsirkan bahwa maksud “menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah” bukanlah maknanya ruku’ dan sujud kepada mereka. Akan tetapi maknanya adalah mentaati mereka dalam mengubah hukum Allah dan mengganti syari’at Allah dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Perbuatan tersebut dianggap sebagai bentuk beribadah kepada mereka selain kepada Allah dimana mereka menjadikan para ulama dan ahli ibadah tersebut sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dalam masalah menetapkan syari’at.

Sumber : muslim.or.id

💥 *BAPAK KEBODOHAN*

Nama aslinya adalah Amr bin Hisyam dari Bani Makhzum.

Sebelum Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam diutus menjadi Rasul Allah, Amr bin Hisyam mendapat julukan *Abul Hakam*, karena kecakapan, ketangkasan dan kecerdasannya.

Amr bin Hisyam di usia mudanya telah terpilih menjadi anggota Darun Nadwah. Padahal biasanya, untuk menjadi anggota Darun Nadwah usianya minimal 50 tahun, yaitu usia dimana seseorang telah dianggap matang dari sisi dunia dan pemikirannya.
Tetapi bagi Amr bin Hisyam, di usia belia dia sudah menduduki posisi terhormat itu diusia 25 tahun.

Saat Islam turun, fanatisme kesukuan yang membabi buta, membutakan mata hatinya. Walaupun masih sama-sama dari suku Quraisy, Amr bin Hisyam tidak terima nubuwah datang pada Bani Hasyim, bukan pada Bani Makhzum.

Perangainya menjadi berubah. Sosok cakap dan cerdas, berubah menjadi sosok kalap. Sehingga Walid bin Mughirah memberi julukan baru padanya, yaitu *Abu Jahal*. Sejak saat itu julukan itu melekat didirinya.

Kebencian terhadap Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam tidak juga surut, akhirnya Allah mengadzabnya, dengan kematian yang sangat menghinakannya. Sosok khatria yang tangguh dan kuat ternyata harus mati berkalang tanah oleh tebasan pedang bocah belasan tahun Mu’adz bin Amr (14 th) dan Muawwidz bin Afra (13 th) di Perang Badar.

Na’udzubillahi min dzalika !

Leave a Reply