Masyarakat Jahiliyah

KEYAKINAN BANGSA ARAB SEBELUM NUBUWWAH NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM

Nabi Huud a.s diutus Allah ditengah-tengah Bangsa Arab dari kabilah kaum ‘Aad, yang terletak diantara negri Yaman dan Oman. Mereka (Kamu ‘Aad -Red) menyembah kayu, batu dan manusia yang dianggap sakti. Tapi mereka menolak seruan nabi-Nya, akhirnya mereka dibinasakan.

Kemudian pada kaum Tsamud yang terletak di negri Hijr, antara Hijaz dan Syam, Allah mengutus Nabi Saleh a.s. Mereka pun tidak mendengar seruan suci nabi-Nya, akhirnya merekapun dibinasakan Allah.

Di wilayah Mekkah, keadaan sama saja, kemusyrikan telah merajalela, akhirnya Nabi Ibrahim Alaihissalam dan Nabi Ismail Alaihissalam diutus Allah ke sana.

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja….” (QS. Mumtahanah:4).

Syari’at Nabi Ibrahim yang masih berlaku sampai sekarang :
Menyeru kepada Tauhid dan bara’ terhadap kemusyrikan, Haji, Umrah, berqurban, berkhitan.

Melalui dakwah panjang dan pengorbanan yang berat, akhirnya ajaran Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam diterima luas oleh bangsa Arab.

jQuery(document).ready(function($) { $.post('http://pisangrebus.com/wp-admin/admin-ajax.php', {action: 'wpt_view_count', id: '74'}); });