Kisah Keluarga Yasir

*💐💐*

Keluarga Yasir, terdiri dari Ayah, Ibu dan anak yang memeluk Islam di awal-awal Nubuwah (assabiqunal Awwalun).

Yasir bin Amir merupakan pendatang dari Yaman. Beliau datang ke Mekkah dan ditampung oleh keluarga Abu Hudzaifah bin Mughirah dari Bani Makhzum.

Karena akhlak Yasir baik, maka beliau pun akhirnya dinikahkan dengan budak Abu Hudzaifah yang bernama Sumayyah binti Khayyat. Sumayyah pun akhirnya dimerdekakan oleh Abu Hudzaifah.

Rumah tangga mereka pun berjalan dengan baik, hingga pada suatu hari putra mereka yang telah beranjak dewasa yang bernama Ammar bin Yasir, mengenalkan Islam pada kedua orang tuanya. Yasir dan Sumayyah pun akhirnya memeluk Islam.

Keislaman keluarga Yasir pun akhirnya diketahui oleh Bani Makhzum dan betapa berangnya mereka.

Bani Makhzum merasa dikhianati oleh keluarga Yasir.

Apa kaitannya Bani Makhzum, Abu Jahal dan keluarga Yassir? Sebaiknya kita pelajari silsilah Bani Makhzum berikut ini:

*Silsilah Bani Makzum*

Makhzum => Umar => Abdullah => Mughirah

Mughirah memiliki beberapa anak, diantaranya adalah :

☄ *Abu Hudzaifah*, mantan tuan dari Sumayyah binti Khayyat yang kemudian memerdekakannya setelah dinikahkan dengan Yasir.

☄ *Walid*, ayah dari Khalid bin Walid

☄ *Hisyam*, ayahnya Amr bin Hisyam (Abu Jahal)

☄ *Hasyim*, ayahnya Hantamah binti Hasyim (ibunda dari Umar bin Khathab)

Walau mendapat tekanan yang berat dari Bani Makhzum, keimanan keluarga Yasir ini tidak tergoyahkan, hal tersebut membuat Bani Makhzum semakin naik pitam.

Abu Bakar ash-Shiddiq pun seorang hartawan dan dermawan muslim, yang saat itu senantiasa membeli budak-budak yang ditindas oleh tuannya karena keislaman mereka, tidak dapat berbuat banyak menghadapi penindasan Bani Makhzum pada keluarga Yassir.

Abu Bakar tidak dapat membeli/ memerdekakan keluarga Yassir karena status mereka sudah bukan budak lagi.

Rasulullah pun bersabda:
“Bersabarlah keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”

Hingga pada suatu hari, al-Hafizh Ibnu hajar mengatakan, Abu Jahal menusuk sumayyah dengan tombak yang ada ditangannya pada kemaluannya hingga meninggal dunia.

Beliau adalah orang yang mati syahid pertama dalam Islam, di awal-awal Nubuwah.

Demikian juga dengan ayahanda Ammar, Yasir pun meregang nyawa dalam penindasan Bani Makhzum.

Anak mana yang tidak menjerit pilu, menyaksikan siksaan biadab pada kedua orangtuanya yang menyebabkan keduanya syahid.

Dalam keadaan luka fisik dan luka bathin yang menganga, Ammar pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti kaum musyrikin Quraisy Bani Makhzum.

Ammar dipaksa untuk melontarkan cacian dan makian kepada Rasulullah dan menyatakan keluar dari agama Islam.

Jiwa Ammar goncang, kejadian itu pun diketahui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Selang beberapa hari setelah kejadian itu turunlah ayat, “Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah) kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap beriman (dia tidak berdosa).” (QS An-Nahl :106).

Tindakan taqiyah yang dilakukan Ammar tadi pun dibenarkan oleh Rasul Allah dengan sabdanya, “Kalau mereka kembali menyiksamu lagi, ucapkan cacianmu padaku; Allah akan mengampunimu dikarenakan kamu terpaksa melakukannya.”

Setelah Ammar hijrah ke Madinah, nyaris beliau tidak pernah absen dalam jihad bersama Rasulullah, seperti pada Perang Badar, Uhud, Hudaibiyah, Khaibar, Khandaq dll. Jadi ketaqiyahan Ammar bin Yasir Radhiallahu anhu hanya sesaat saja.

Leave a Reply