Bangsa Quraisy

Ibnu Hisyam berkata: An-Nadhar adalah bapaknya bangsa Quraisy

Silsilah Quraisy

An-Nadhar – Malik – Fihr – Ghalib – Lu’ay – Ka’ab – Murrah – Kilaab – Qusyaiy (400 M) – Abdul Manaf (430 M) – Hasyim (464 M) – Abdul Muthalib/Syaibah (497 M) – Abdullah (545 M) – Nabi Muhammad saw (571 M).

Jadi semua keturunan An-Nadhar termasuk Bangsa Quraisy. Walau demikian yang mendapat julukan Quraisy adalah *Fihr*.

Tokoh Quraisy pertama yang terkenal adalah Qusyaiy, dikarenakan di masa Qusyaiy lah pengelolaan Mekkah dan haji mulai terkelola dengan baik.

Allah memberikan keunggulan bagi bangsa Quraisy, diantaranya adalah :

🌿Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berasal dari kalangan Quraisy.

🌿Penjagaaan Ka’bah ada di tangan Quraisy; yakni pelayanan Ka’bah dan pengaturan dan pemeliharaannya.

🌿Quraisy diberi pertolongan menghadapi serangan pasukan gajah.

الأَئِمَّة مِنْ قُرَيْشٍ 🌿

Para imam adalah dari Quraisy (HR Ahmad).

🌿 Imam Mahdi berasal dari Quraisy, yaitu keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ

“Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fathimah.” (Shahih, HR. Abu Dawud dan ini lafadznya, Shahih Sunan no. 4284, Ibnu Majah no. 4086, dan Al-Hakim no. 8735, 8736).

Dari Abu Ishaq:
Berkata Ali Radhiallahu Anhu berkata sambil memandang putranya Hasan, “Sesungguhnya putraku ini adalah Sayyid sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menamakannya. Dan dari keturunannya akan lahir seorang laki-laki yang akan diberi nama seperti nama Nabi kalian. Dia akan menyerupai Nabi kalian dari segi akhlak tetapi tidak dari segi rupa”. Kemudian Beliau menceritakan bahwa ia akan memenuhi dunia dengan keadilan.
(Hadis Riwayat Abu Daud dalam Sunan Abu Daud Kitab Al Mahdi hadis no 4290)
Hadits ini didhoifkan oleh Syeikh Albani.

Sampai sekarang kami belum menemui hadits yang shohih, apakah Imam Mahdi itu keturunan Hasan atau Husein, tapi karena tidak bertentangan dengan hukum syar’i dalam Qur’an dan Hadits Shohih, maka hadits dhoif itu pun kami pakai, tidak dipakai juga tidak mengapa untuk amannya.

Yang jelas Imam Mahdi berasal dari keturunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam atau Quraisy. Allahu ‘alam.

Abdul Muthalib, kakeknya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam memiliki banyak anak, yaitu 10 putra dan 6 putri.

Anak-anak Putra Abdul Muthalib, adalah :

  1. Abu Lahab
  2. Dhirar
  3. Muqawwim
  4. Hazlaa
  5. Harits
  6. Zubeir
  7. Abu Thalib
  8. Abdullah
  9. Hamzah
  10. Abbas

Sedangkan Putri-putri nya, adalah :

  1. Shafiyyah
  2. Ummu Hakiim
  3. Atikah
  4. Amiimah
  5. Arwaa
  6. Barrah

Memahami silsilah Quraisy terlebih silsilah keluarga Rasulullah, insya Allah dapat mempermudah kita saat mempelajari sirah nabawiyyah, sirah khulafa, sirah sahabat dan generasi setelahnya.

Keturunan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam hanya dari jalur Fatimah saja.

Imam Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadits melalui As-Saddi yang telah menceritakan bahwa orang-orang Quraisy apabila ada seorang lelaki kematian anak laki- Iakinya, maka mereka mengatakan bahwa si fulan telah terputus. Ketika putra Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, maka Al-‘As Ibnu Wail mengatakan: “Muhammad telah terputus”, lalu turunlah ayat:

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ ٣

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus”. (QS. [108] Al-Kautsar : 3)

Ayat tersebut merupakan ejekan bagi orang musyrik Quraisy, justru merekalah yang terputus amalannya.

Mengapa muslimin perlu tahu nasab Quraisy dan ahlul bait ?

Karena ada syari’at yang baru dapat dilaksanakan bila diketahui nasab Quraisy dan Ahlul Bait.

Adapun syar’iat yang dimaksud yaitu :

🌹Kepemimpinan/ amirul mukminin setingkat Khalifah harus dari Quraisy.

الأَئِمَّة مِنْ قُرَيْشٍ

*Para imam adalah dari Quraisy (HR Ahmad).*

🌹Perintah menghormati ahlul bait

“Zaid ibnu Arqam berkata: Rasulullah pada suatu hari pernah berdiri di depan kami sebagai khatib di daerah mata air yang bernama Khum1–daerah antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya. Beliau memberi nasehat dan memberi peringatan, kemudian berkata: ‘Amma ba’du, wahai manusia, sesungguhnya aku adalah manusia biasa yang sebentar lagi akan datang utusan Rabbku (malaikat maut) dan aku akan menyambutnya. Aku tinggalkan di antara kalian dua perkara yang berat. Pertama adalah Kitab Allah, di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Ambillah dengan Kitab Allah ini dan berpeganglah dengannya”.

Zaid berkata: Maka Rasulullah menganjurkan dan memberi semangat untuk berpegang dengan kitab Allah.

Kemudian beliau berkata: *“Yang kedua Ahlul Baitku. Aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku, aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku. Aku peringatkan kalian tentang Ahlul Baitku.” (HR. Muslim dalam Shahih-nya dengan syarah Al-Imam An-Nawawi, juz 15/174-175)*

🌹Keluarga Nabi Muhammad haram makan zakat

Dalam riwayat al-Bukhari yang lain dengan lafadz:

أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ آلَ مُحَمَّدٍ لاَ يَأْكُلُونَ الصَّدَقَةَ
*“Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya Muhammad dan keluarganya tidak boleh memakan harta zakat?” (HR. al-Bukhari no. 1485)*

🌹Keluarga Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam berhak mendapat sebagian dari fa’i (QS. Al-Hashr :7)* dan
ghanimah *(QS. AlAnfaal:41).

 

Leave a Reply